November 16, 2011

Ganja Aceh Demi Usaha Medis

UNODC (United Nation on Drug and Crimes) memposisikan Indonesia adalah salah satu negara penyuplai ganja terbesar di wilayah Asia Tenggara. Sementara wilayah Indonesia yang identik dengan tanaman ganja adalah Provinsi Aceh.

Selain Thailand, diperkirakan Aceh memiliki ladang ganja terbesar di Asia Tenggara yang tersebar di hutan-hutan, mulai dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Besar hingga Kabupaten Bireuen. Luasnya tanaman ganja di Aceh membuat Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar menargetkan Aceh terbebas dari tanaman ganja pada tahun 2015 (majalah Sinar BNN, edisi 4/2010).

Struktur tanah yang subur di Aceh dan curah hujan yang tinggi memungkinkan pertumbuhan tanaman Cannabis Sativa, nama lain dari ganja sulit terbendung. Tanaman ini awalnya hanya berfungsi sebagai penyedap masakan untuk gulai kambing, dodol Aceh, mie Aceh, kopi Aceh dan sebagainya untuk menambah cita rasa makanan. Kelihaian orang Aceh meracik masakan dengan penyedap dari ganja (daun, biji dan batang) membuat kuliner Aceh pernah identik dengan tanaman terlarang ini.

Menurut sejarah, tanaman ganja masuk ke wilayah Aceh sejak abad ke-19 dari India. Ketika itu, Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo dan menggunakan ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi. Sejak itu, tanaman Cannabis tumbuh dan menyebar diberbagai wilayah di Aceh. Sementara di India, biji ganja disantap sebagai makanan ringan karena ternyata bijinya mengandung 20-25 persen protein.

 Ganja atau Cannabis sebenarnya jenis tanaman liar, namun tidak bisa tumbuh pada sembarang jenis tanah. Tumbuhan ini hanya cocok tumbuh pada karakter tanah di Aceh, Thailand, dan Cina. Karakter tanah di wilayah Eropa, Amerika dan Afrika tidak memungkinkan tanaman Cannabis tumbuh subur, kecuali dengan sentuhan teknologi.

KEPENTINGAN PENGOBATAN


Tanaman ganja sejak dahulu ketika pertama kali ditemukan di Cina pada tahun 2737 SM berfungsi sebagai pengobatan. Pada masa kekaisaran Shen Neng di Cina, ganja diracik sebagai minuman sejenis teh dan digunakan untuk obat malaria, beri-beri dan rematik. Berbagai penyakit yang diterapi hingga sembuh dengan menggunakan ganja ketika itu mulai dari penyakit rematik, hingga sakit perut. Selain itu untuk pengobatan, masyarakat Cina kuno memanfaatkan ganja untuk bahan tenun pakaian, dan acara ritual keagamaan seperti upacara kematian dan memuja dewa.

Tanaman ganja berada dalam famili Cannabaceae. Genus Cannabis (ganja) memiliki 15 jenis spesies lain di Indonesia, seperti Cannabis intersita, Cannabis altissima, Cannabis ericana, Cannabis chinensis, Cannabis arratica, Cannabis foetens, Cannabis frondosa, Cannabis generalis, Cannabis gigantea, Cannabis jamaicensis, Cannabis kafiristanica, Cannabis lupulus, Cannabis macrosperma, dan Cannabis ruderalis. Sementara diluar negeri, masih ada 13 jenis ganja lainnya. Cannabis Sativa adalah jenis ganja yang banyak beredar dalam pasar gelap di Indonesia, selain Cannabis altissima dan Cannabis chinensi. (Bowo Nurcahyo, 2010).


Pada beberapa negara, ganja digunakan untuk keperluan industri dan medis. Misalnya di Inggris yang memiliki lembaga Marijuana Center, lembaga yang melakukan penelitian tanaman untuk keperluaan medis dan farmasi. Berbagai hasil penelitian lembaga ini menetapkan bahwa mariyuana dapat menjadi obat yang ampuh. Misalnya, seseorang yang menderita lumpuh dapat disembuhkan dengan menggunakan mariyuana sebagai alat terapi dan berhasil sembuh kembali seperti sedia kala dan mengembalikan daya ingat yang tinggi dan tidak mengalami impoten.

Sementara di Kanada, pemerintah setempat berencana melegalkan ganja dan obat-obatan lainnya untuk kebutuhan farmasi. Banyak pasien melaporkan bahwa ganja mengurangi rasa mual pada penderita AIDS dan penyakit lainnya sehingga mendorong pemerintah Kanada melakukan legalisasi terhadap ganja. Pemerintah Kanada mulai mengizinkan ganja dengan resep dokter pada apotik-apotik di negara tersebut. Dalam satu ons, ganja dijual sekitar $ 113 kemudian dikirim kepada pasien atau dokter yang membutuhkan melalui kurir.Ganja yang digunakan untuk keperluan tersebut adalah ganja jenis Hemp, sementara ganja jenis Cannabis dinyatakan terlarang. Penyebab ganja menjadi terlarang karena berpotensi disalahgunakan kandungan zat THZ yang bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk. Namun bila dikontrol kualitas dan kadarnya dengan proses yang benar, sebenarnya kadar zat THZ tidak membahayakan.

Komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THZ terdiri dari Delta-9-THZ dan Delta-8-THZ serta 61 unsur kimia lagi yang sejenis dan lebih 400 bahan kimia lainnya yang beracun. Delta-9-THZ mempunyai efek mempengaruhi otak manusia hingga menjalar pada pola pikir melalui organ penglihatan dan pendengaran dan berefek pada suasana hati penggunanya.

Pada daun dan biji yang mengandung Delta-9-THZ diyakini para ahli medis memiliki kandungan yang dapat menjadi obat-obatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti penyakit tumor dan kanker. Sementara akar dan batang bisa dibuat ramuan jamu untuk menyembuhkan penyakit disentri, antrax, asma, keracunan darah, batuk, diare, bronchitis, luka bakar, kejang perut, dan lain-lain. Dalam dunia kedokteran, kandungan kimia dalam tanaman Cannabis bisa membantu penyembuhan penyakit didalam tubuh seperti antispasmodicanodyne (penenang), tonic (penguat), intoxicant (racun keras), analgesic dan stomachic. (penghilang rasa sakit),
Pecandu ganja memiliki risiko terkena schizophrenia, suatu gejala paranoid yang dapat menyebabkan seseorang sakit jiwa. Hal ini berdasarkan hasil penelitian para ahli di Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggeris. Ciri-ciri orang yang terkena schizophrenia adalah mudah panik, mengalami depresi, merasa ketakutan, kebingungan dan sering berhalusinasi. Bagi perempuan yang sudah berkeluarga, ganja dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.

Serat tanaman ganja yang disebut hemp memiliki keunggulan dibanding serat kapas. Tanaman hemp bisa diproduksi untuk keperluan tekstil, kertas, lapisan rem dan kopling hingga tali. Konon, tanaman hemp digunakan Amerika Serikat pada Perang Dunia II untuk tali kapal bagi para tentara angkatan lautnya. Serat ganja juga memiliki kandungan yang bisa menjadi bahan minyak bakar. Kandungan minyaknya aman dan berbeda dengan minyak olahan dari kelapa sawit.
Dalam kajian ilmiah tentang tanaman ganja, mulai dari batang, biji hingga daun memiliki manfaat bagi dunia kesehatan untuk terapi medis. Batang ganja dapat digunakan sebagai bahan baku kertas yang memiliki kualitas lebih bagus dari kayu. Perbandingannya: pada batang ganja terkandung sellulose 85 persen dan rendah lignin 5 persen, sementara pada kayu memiliki kandungan sellulose 50 persen dan tinggi lignin 34 persen. Batang tanaman ganja juga digunakan untuk pembuatan tekstil. 

Calvin Klein (CK) Garmen menghasilkan pakaian dari tanaman ganja karena dapat menyerap 95 persen radiasi sinar ultra violet. Selain kertas dan tekstil, batang ganja juga dapat menjadi minyak bakar kendaraan. Mobil Henry Ford pertama dijalankan dengan minyak ganja. Tanaman ganja dalam 1 hektar dapat menghasilkan 1.000 galon methanol. Sementara pada biji ganja dapat dijadikan suplemen nutrisi yang mengandung omega 3 EFA yang berfungsi mengoreksi secara cepat defesiensi Omega-3 dalam tubuh. Sedang daun ganja berguna untuk penyuplai industry farmasi sebagai obat antikanker, anti glaucoma, obesitas dan sebagainya.

Sangat disayangkan bila Aceh yang memiliki potensi besar penghasil ganja apabila dimusnahkan begitu saja. Pemerintah Aceh dapat menjadikan ganja sebagai produk andalan untuk keperluan industri dan medis. Karena itu, tugas pemerintah Aceh melokalisir ladang ganja agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab karena sesungguhnya ganja dapat “dibenargunakan” untuk keperluan medis dan industri farmasi.









Ganja Aceh, MAU?

Di Aceh, Menjadi penikmat ganja tak harus melintingnya dengan rokok putih. Disinilah letak kelihaian masyarakat Aceh meracik masakan dengan ganja sebagai penyedap rasa yang bercitarasa. Bisa dengan kopi Aceh, meracik dalam dodol Aceh, bumbu mie Aceh atau kari kambing Aceh. Mau...?


Tak satu jalan ke ROMA. Begitulah para penikmat ganja di Aceh mengistilahkannya. Karena itu jangan heran, setiap orang yang datang ke Aceh dan ingin menikmati lezatnya ganja, merupakan mengemasnya dalam berbagai bentuk. Bisa dicampurkan dalam adukan kopi, adoman dodol serta bumbu masakan seperti mie Aceh dan kari kambing.
Dulu, beberapa cara ini hanya dipahami masyarakat Aceh sendiri. Sejalan dengan kebiasaan atau tradisi kuliner rakyat Aceh yang identik dengan ramuan masakan ala Timur Tengah, China dan Eropa. Kini, hampir sebagian besar penikmat ganja Aceh mengetahuinya. Baik di Medan, Jakarta serta beberapa daerah lain di Jawa, termasuk Malaysia. “Ada bawa dodol Aceh,” tanya seorang rekan, saat bertemu saya di Jakarta, dua pekan lalu.

Mereka mengaku, menikmati ganja Aceh dalam versi berbeda itu, saat mereka datang ke Aceh. “Saat meliput tsunami lalu, saya sempat menikmatinya dalam dodol dan kopi yang khusus saya pesan pada kawan-kawan di Aceh,” kata seorang rekan yang juga wartawan salah satu media nasional di Jakarta.

Pengakuan serupa juga datang dari seorang pegiat NGO/LSM. “Ketika saya bekerja di salah satu NGO asing di Aceh, hampir setiap malam saya minum kopi bercampur biji ganja. Lumayan, buat saya tahan begadang,” sebut rekan yang lain.

Secara historis, tanaman ganja pertama kali ditemukan di daratan Cina pada tahun 2737 SM. Masyarakat Cina kuno telah mengenal dan memanfaatkan ganja dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman batu. Masyarakat Cina menggunakan mariyuana untuk bahan tenun pakaian, obat-obatan, dan terapi penyembuhan seperti penyakit rematik, sakit perut, beri-beri hingga malaria.
Cannabis atau ganja juga dapat diolah untuk minyak lampu bahkan untuk upacara keagamaan seperti memuja dewa dan ritual kematian. Secara esensial, ganja di sana dianggap tumbuhan liar biasa layaknya rumput. Itu disebabkan, tanahnya memang cocok. Hanya saja, ganja tidak sembarang tumbuh di tanah yang tidak sesuai dengan kultur tanaman ini. 


Ganja memerlukan karakter tanah dan faktor geografis tertentu, seperti di Cina, Thailand dan Aceh. Sementara di belahan bumi lainya seperti Eropa, Afrika dan Amerika, ganja juga dapat tumbuh, namun hasilnya tak memuaskan, kecuali harus dengan sentuhan teknologi canggih, itu pun sangat sulit diaplikasikan.

Julukan populis lain ganja adalah mariyuana, yang berasal dari bahasa Portugis yaitu mariguango yang berarti barang yang memabukkan dan untuk bahasa ilmiahnya disebut Cannabis. Istilah ganja dipopulerkan oleh kaum Rastafari, kaum penganut sekte Rasta di Jamaika yang berakar dari Yahudi dan Mesir. 

Ada beberapa versi mengenai sejarah ganja dibawa ke Aceh. Ada yang menyebutkan dari India pada akhir abad ke 19. Hadirnya ganja seiring datangnya pedagang Gujarat yang berniaga dan menetap di Aceh. Kabarnya, ganja tadi sebagai bumbu penyedap masakan, terutama kambing dan jenis daging lainnya.

Bisa jadi, asumsi ini benar. Sebab, masakan Aceh ada kemiripan dengan model masakah Hindia. Di Malaysia misalnya, ada nasi Kandar yang diduga juga disisipi biji ganja sebagai penyedap. Mayoritan, Rumah Makan Nasi Kandar di negeri jiran itu, dilakoni para pedagang keturunan Hindia.

Ketika Belanda membuka perkebunan kopi di Dataran Tinggi Gayo. Pihak penjajah memakai ganja sebagai obat alami untuk menghindari serangan hama pohon kopi atau ulat pada tanaman tembakau. Walau Belanda yang membawanya ke dataran tinggi Aceh, namun menurut fakta yang ada, tanaman tersebut bukan berarti sepenuhnya berasal dari negaranya. Bisa jadi tanaman ini dipungut dari daratan Asia lainya seperti China. 

Hikayat negeri China juga tak kalah sama dengan Hindia. Syahdan, ada yang menyebutkan ganja di Aceh berasal dari China yang dibawa para pedagang Tiongkok saat invasi dagang ke Aceh. Termasuk untuk ramuan masakan. Selain itu, para bangsawan China dikenal sebagai pengisap candu terbesar di dunia.

Di kalangan anak muda negeri ini, ganja lebih familiar disebut bakong ijo, gelek, cimeng atau rasta. Sementara sebutan keren lainya ialah tampee, pot, weed, dope.Setelah ratusan tahun dan tumbuh menyebar hampir di seluruh Aceh, ganja mulai dikonsumsi, terutama dijadikan ‘rokok enak,’ yang lambat laun mentradisi di Aceh. Bahkan kalau ada masakan, dianggap belum sempurna kalau bumbunya tidak dicampur dengan biji ganja. Tradisi ini memang sulit dihilangkan atau diberantas. Menariknya, sebelum ganja dinyatakan sebagai barang haram, ganja juga menjadi konsumsi para santri di sebagian dayah atau pesantren di Aceh.

Biasanya, sebelum mereka mengaji atau mengupas kitab kuning, para santri mengisap ganja lebih dulu. Tak jelas, apa maksud dan tujuan dari isapan tadi. Sebagian santri mengaku, hanya untuk memudahkan mereka menerima pelajaran dari para abu atau di Jawa disebut kiyai.

Masalahnya adalah, mengapa ganja dilarang? Hingga kini memang belum ada jawaban yang pasti. Secara hukum jelas melanggar. Pada ahli medis juga mengaku, ganja memiliki pengaruh yang besar, terutama bagi lemahnya fungsi syarat manusia. Tapi, sebagai dokter mengaku, ganja dapat menghalau penyakit kanker, stroke serta beberapa penyakit lainnya.

Berbagai kampanye telah dilakukan, bahkan pemerintah mengeluarkan undang-undang tentang larangan proses produksi, distribusi sampai tahap konsumsi ganja. Undang-undang No. 22 1997 tentang narkotika mengklasifikasikan ganja; biji, buah, jerami, hasil olahan atau bagian tanaman ganja termasuk damar ganja dan hasil sebagai narkotika golongan I yang berarti satu kelas dengan opium dan kokain.

Pasal 82 ayat 1 butir a UU tersebut menyatakan bahwa mengimpor, mengekspor, menawarkan untuk dijual, menyalurkan, menjual, membeli, menyerahkan, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, atau menukar narkotika golongan I, dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama dua puluh tahun dan denda paling paling banyak satu milyar rupiah.

Di Aceh, dulu dijual bebas di pasar, digantung di kios, di penjaja sayur. Ganja mulai dilarang ketika Hoegeng menjadi kepala pemerintahan Kolonial Belanda untuk wilayah nusantara. Ia ingin tahu penyebab pemuda Aceh bermalas-malasan yang dinilai merugikan ekonomi Kerajaan Belanda. Lalu dia menyamar, pergi ke kampung-kampung dan ketemulah jawaban bodohnya, karena ganja.Di luar negeri, ganja dibedakan menjadi dua bagian, yaitu ganja untuk kepentingan industri maupun medis yaitu ganja jenis Hemp, dan ganja terlarang sering disebut Cannabis. Sementara di Indonesia tidak mengenal perbedaan ini, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 disebutkan bahwa ganja termasuk sebagai narkotika saja.

Salah satu sebab mengapa ganja menjadi tumbuhan terlarang adalah karena zat THC. Zat ini bisa mengakibatkan pengguna menjadi mabuk sesaat jika salah digunakan. Sebenarnya kadar zat THC yang ada dalam tumbuhan ganja dapat dikontrol kualitas dan kadarnya jika ganja dikelola dan dipantau dengan proses yang benar.

Hasil penelitian meta analisis para ahli dari Universitas Cardiff dan Universitas Bristol, Inggris mengungkapkan, pencandu ganja berisiko schizophrenia, yakni peningkatan gejala seperti paranoid, mendengar suara-suara dan melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada yang berujung pada kelainan jiwa, seperti depresi, ketakutan, mudah panik, depresi, kebingungan dan berhalusinasi, gangguan kehamilan dan janin.

Amerika Serikat pada Perang Dunia II sempat menggunakan serat tanaman hemp ini untuk tali kapal bagi para tentaranya, khususnya pada armada laut. Dari sisi medis, komposisi kimia yang terkandung dalam ganja adalah Cannibanol, Cannabidinol atau THC yang terdiri dari Delta -9- THC dan Delta -8- THC.

Delta -9- THC sendiri mempunyai efek mempengaruhi pola pikir otak manusia melalui cara melihat sesuatu, mendengar, dan mempengaruhi suasana hati pemakainya. Selain Delta -9- THC, ada 61 unsur kimia lagi yang sejenis dan lebih 400 bahan kimia lainnya yang beracun.

Delta -9- THC diyakini para ilmuwan medis mampu mengobati berbagai penyakit, seperti daun dan biji, untuk membantu penyembuhan penyakit tumor dan kanker. Akar dan batangnya bisa dibuat menjadi jamu yang mampu menyembuhkan penyakit kejang perut (kram), disentri, anthrax, asma, keracunan darah, batuk, diare, luka bakar, bronchitis, dan lain-lain. Dalam dunia kedokteran, bahan kimia pada ganja mempunyai sifat-sifat yang membantu penyembuhan penyakit dalam tubuh, seperti tonic (penguat), analgesic, stomachic dan antispasmodic (penghilang rasa sakit), sedative dan anodyne (penenang), serta intoxicant (racun keras).
Di Inggris terdapat sebuah lembaga Marijuana Center, lembaga yang melakukan penelitian tanaman ini secara medis dan farmasi. Hasilnya, mariyuana tetap diandalkan dan menjadi obat yang ampuh. Seperti pasien yang lumpuh, ketika menjalani terapi dengan mariyuana bisa sembuh, dapat berjalan kembali layaknya orang normal, tidak impoten, dan mempunyai daya ingat yang tinggi. 

Di Kanada, pihak pemerintah berencana melegalisasikan ganja dan bentuk obat-obatan dan kebutuhan farmasi lainnya. Pemerintah Kanada mulai mengijinkan pembelian ganja dengan resep dokter di apotek-apotek lokal. Satu ons dijual sekitar $113 dan ganja dikirim melalui kurir ke pasien atau dokter mereka. Telah banyak pasien yang melaporkan bahwa ganja mengurangi rasa mual pada penderita AIDS dan penyakit lainnya. Hal ini yang mendukung pemerintah untuk semakin memantapkan pelegalisasian ganja. Ayo, ada yang mau?

Sumber : http://www.atjehcyber.net/2011/09/di-aceh-menjadi-penikmat-ganja-tak.html

Inilah Pemain Bola Keturunan Indonesia di Eropa


Ternyata, tak sedikit pesepak bola di Eropa, khususnya Belanda, yang masih memiliki garis keturunan Indonesia. Minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang Indonesia, kurangnya ikatan emosi serta minus profesionalisme dan aturan kewarganegaraan ganda, membuat mereka masih enggan kembali nenek moyangnya. Berikut nama-nama mereka.


Donovan Partosoebroto.
Pemain berusia 18 tahun ini kini membela tim Ajax junior


Lucien Sahetapy.
Pemain dengan posisi bek tengah ini pada awalnya bermain di klub Groningen pada tahun 1993. Lalu pindah ke tim Divisi
1 Liga Belanda, BV Veendam

Raphael Tuankotta.
Pemain muda berusia 22 tahun ini kini memperkuat BV Veendam Junior

Estefan Pattinasarany.
Pemain ini baru berusia 18 tahun dan kini masih memperkuat AZ Alkmaar Junior

Michael Timisela.
Pemain ini merupakan pemaian muda berbakat yang dimiliki tim Ajax Amsterdam. Di usianya yang memasuki 20 tahun, pemain kelahiran Paramaribo, Suriname ini telah menembus masuk ke tim utama Ajax

Christian Supusepa.
Pemain muda berusia 19 tahun ini, kini memperkuat tim Ajax Junior

 Justin Tahapary.
Pemain kelahiran 23 Mei 1985 ini sejak tahun 2004 telah memperkuat FC Eindhoven

Marvin Wagimin.
Pemain yang baru berusia 18 tahun ini masih memperkuat tim VVV-Venlo di Divisi Satu Liga Belanda

Peta Toisuta.
Pemain berdarah Maluku ini kini memperkuat tim Zwolle di Liga Belanda

Tobias Waisapy.
Pemain berusia 18 tahun ini kini memperkuat tim Feyenord Junior

Jefrey Leiwakabessy.
Bek kiri kelahiran Arnhem ini sejak tahun 1998 telah memperkuat NEC Nijmegen. Dan sempat mencicipi timnas junior Belanda

Raymon Soeroredjo.
Pemain kelahiran Oss 18 tahun yang lalu ini kini memperkuat tim Vitesse Junior

Yoram Pesulima.
Bek kiri kelahiran 9 Maret 1990 ini kini memperkuat tim Vitesse Junior

Raphael Supusepa.
Gelandang kiri yang lahir di kota Wormerveer ini kini memperkuat tim MVV Maastricht. Pemain jebolan Ajax ini
sebelum bermain di MVV sempat bermain di tim Excelsior dan Dordrecht

Levi Risamasu.
Pemain kelahiran Nieuwerkerk ini pernah memperkuat NAC Breda selama 4 musim sebelum pindah ke tim AGOVV divisi satu Liga Belanda.

Marciano Kastoredjo.
Gelandang yang juga bisa berperan sebagai bek kiri ini sebelum bergabung bersama tim De Graafschap pernah bergabung bersama tim Utrecht Junior

David Ririhena.
Bek ataupun gelandang kiri mampu dijalani oleh pemain yang kini memperkuat TOP Oss di divisi satu Liga Belanda

Joas Siahaija.
Gelandang tengah kelahiran Maastricht 22 tahun yang lalu ini kini memperkuat kota kelahirannya, MVV.

Radja Nainggolan.
Bermain di Piacenza Primavera. Pinjaman dari tim Germinal B. di liga Belgia. Di fm 09 muncul jd rising star



Depan:
Ignacio Tuhuteru.
Pemain senior berusia 33 tahun ini kini memperkuat Go Ahead Eagles. Sebelumnya pemain jebolan Ajax Junior ini sempat malang melintang di beberapa klub seperti RBC Roosendaal, Dalian Shide China, Sembawang Singapura, Zwolle, Heerenveen, dan FC Groningen

Ferdinand Katipana.
Pemain kelahiran Amersfoort 26 tahun silam ini sebelum bergabung bersama Haarlem, sempat bergabung di tim


Irvin Museng.
Pemain inti di tim junior FC Omniworld, ex ajax, top score danone nation cup) sekarang di Pro Duta fc

Gaston Salasiwa. 

Bermain untuk klub AZ Alkmaar junior

Jeffrey Flohr.
Bermain untuk klub ADO Den Haag

Noah Chaniago .
Main di klub Divisi III Prancis Bertram North)

Lucien Sahetapy.
Main Divisi1 Liga Belanda, BV Veendam)

Estefan Pattinasarany
(AZ Alkmaar Junior)

Michael Timisela.
Tim utama Ajax

Levi Risamasu .
Bermain untuk klub NAC Breda selama 4 musim)

Marciano Kastoredjo. 
Bermain untuk klub De Graafschap

David Ririhena.
(TOP Oss di divisi satu Liga Belanda).

Joas Ignacio Tuhuteru.
Bermain untuk klub Go Ahead Eagles

Ferdinand Katipana.
Bermain untuk klub Haarlem

Bobby Petta.
Bermain untuk klub Adelaide united

Demy de Zeeuw .
Bermain untuk klub Az alkmaar

Denny Landzaat.
Bermain untuk klub Wigan athletic fc

Giovanni van Bronckhorst.
Bermain untuk klub Feyenoord rotterdam

Jeffrey de Vischer.
Bermain untuk klub Aberdeen fc

Jeffrey Leiwakabessy.
Bermain untuk klub Allemania aachen

Johnny Heitinga.
Bermain untuk klub Ajax amsterdam

Michael Mols.
Bermain untuk klub Feyenoord rotterdam

Quido Lanzaat.
Bermain untuk klub Pfc cska sofia

Robin van Persie. 
Bermain untuk klub Arsenal fc

Sigourney Bandjar.
Bermain untuk klub Excelsior rotterdam

Phil adam cave.
Bermain untuk klub Ex-Newcastle united junior


A (U-19)

Stefano Lilipaly .
Bermain untuk klub Fc Utrecht

Christian Supusepa .
Bermain untuk klub Ajax amsterdam

Tim Hattu .
Bermain untuk klub Vvv venlo

Jeffrey Hen .
Bermain untuk klub Vvv venlo

Xander Houtkoop.
Bermain untuk klub Sc Heerenveen

Edinho Pattinama .
Bermain untuk klub Nac breda

Gaston Salasiwa .
Bermain untuk klub Az alkmaar

Giovanni Kasanwirjo.
Bermain untuk klub Ajax Amsterdam

Raymond Soeroredjo .
Bermain untuk klub Vitesse/agovv

Tobias Waisapy.
Bermain untuk klub Feyenoord Rotterdam

Jordao Pattinama .
Bermain untuk klub Feyenoord Rotterdam

Abel Tamata.
Bermain untuk klub Psv eindhoven

Yael Heatubun .
Bermain untuk klub Fortuna sittard

Django Ngutra .
Bermain untuk klub GA eagles deventer

Richie Pairun.
Bermain untuk klub Cambuur Leeuwarden

Ruben Wuarbanaran .
Bermain untuk klub Fc Den Bosch

Daniel Salakory.
Bermain untuk klub Fc Den Bosch

Govanni Wilikin .
Bermain untuk klub Top oss


B (U-17)

Anice Waisapy.
Bermain untuk klub Vvv venlo

Cayfano Latupeirissa .
Bermain untuk klub  Nec nijmegen

Estefan Pattinasarany.
Bermain untuk klub Az alkmaar

Joey Latumalea
Bermain untuk klub Fc Groningen

Yoram Pesulima.
Bermain untuk klub Vitesse/agovv

Marciano Leuwol.
Bermain untuk klub Vitesse/agovv

Stevie Hattu.
Bermain untuk klub Vvv venlo

Sonny Luhukay .
Bermain untuk klub Vvv venlo

Masaro Latuheru.
Bermain untuk klub Feyenoord Rotterdam

Ferd Pasaribu.
Bermain untuk klub Fortuna sittard

Jair Behoekoe Nam Radja .
Bermain untuk klub Rkc waalwijk

Marinco Hiariej.
Bermain untuk klub Bv veendam

Graham Bond.
Bermain untuk klub Fc omniworld


C (U-15)
Brandon Leiwakabessy.
Bermain untuk klub Nec nijmegen

Jordi Tatuarima.
Bermain untuk klub Nec nijmegen

Levi Raja Boean.
Bermain untuk klub Nec nijmegen

Rychto Lawalata.
Bermain untuk klub Nec nijmegen

Benjamin Roemeon.
Bermain untuk klub Vitesse/agovv

Delano Haulussy .
Bermain untuk klub GA eagles deventer

Ricarco Malaihollo.
Bermain untuk klub GA eagles deventer

Jordi Rakiman.
Bermain untuk klub Cambuur leeuwarden

Kevin Pairun.
Bermain untuk klub Cambuur leeuwarden


D – E
Silgio Thenu.
Bermain untuk klub Feyenoord rotterdam D1 BVO (U-13)

Niaz de Coninck.
Bermain untuk klub Feyenoord rotterdam D1 BVO (U-13)

Tom Titarsolej.
Bermain untuk klub PSV eindhoven D3 (U-11)

Jamarro Diks.
Bermain untuk klub Vitesse/agovv D1 (U-13)

Kevin Diks.
Bermain untuk klub Vitesse/agovv D2 (U-12)

Jerah Hukom.
Bermain untuk klub Vitesse/agovv D2 (U-12)

Shayne Pattynama.
Bermain untuk klub Ajax amsterdam E3 (U-10)

Nathan Haurissa.
Bermain untuk klub Fc den bosch D2 (U-12)

Sereno Latuhihin .
Bermain untuk klub Fc den bosch D3 (U-11)

November 15, 2011

Not for sale: Manchester United warn rivals off Nani

Sir Alex Ferguson will slap a ‘not for sale’ sign on Manchester United winger Nani to put off Europe’s top clubs from making a swoop for the Portuguese star.

The Reds manager has worked hard on transforming Nani from a frustrating starlet into one of the Premier League’s top performers.

That has alerted clubs from Italy and Spain, who are ready to pounce for a player, who is out of contract in 2014.

Inter Milan, AC Milan and Juventus are all monitoring the 24-year-old, while he has also been linked with a move to Real Madrid – following in the footsteps of former United team-mate Cristiano Ronaldo.

But Ferguson sees Nani as a key figure at Old Trafford, along with Wayne Rooney, as the players he wants to build his last great team around.

He was quick to tie him down to a new long-term deal in March last year, despite him still having two years to run on his existing contract and with the jury still out on whether he would live up to his potential.

Having been named United’s player of the year last season by his team-mates, he is now seen as one of the pivotal members of Ferguson’s squad.

United’s policy is to begin contract renegotiations within the last two years to 18 months on the player’s current deal, which see talks with Nani begin any time from next March.

The biggest concern they have is that he will be ready for a new challenge, having moved to the Premier League in 2007 in a deal worth around £20m from Sporting Lisbon.

United’s board will not risk losing one of their most valuable assets for nothing, so if there is any indication from his representatives that he will not commit his future to the club, Ferguson will be forced to cash in.

Fee

He could expect to command a fee in the region of £35m for a player still to hit his peak.

For his part, Nani will want to move more in line with United’s highest earners, Rooney, Rio Ferdinand and Nemanja Vidic.

But perhaps more important will be assurances from Ferguson that he is key to his plans.

Despite his outstanding form last season, Nani was a surprise omission from the starting line up in the Champions League final defeat to Barcelona.

Antonio Valencia was preferred at Wembley, with Nani coming on as a second-half substitute.

So far this season he has figured more in Ferguson’s strongest XI, playing on the opposite side to summer signing, Ashley Young.

He has failed to consistently hits the heights this term but has still scored five times and is one of the leading players in the Premier League for assists, with four.

And he was shortlisted for this year’s Ballon d’Or along with Rooney.

Nani has largely shaken off the tag of being Ronaldo’s successor, since his countryman left for Madrid in a world record £80m move in 2009.

Comparisons between the two weighed heavily on his shoulders in his early seasons at Old Trafford. He was expected to be shown the door until finding consistency midway through the 2009-10 campaign.

That earned him a new deal and last season he was a vital part of United’s record 19th title success.

November 06, 2011

PICTURES: Sir Alex Ferguson’s 25 Manchester United Years


Football | Juventus eye swoop for Nani, Bale | ESPNSTAR.com

Football | Juventus eye swoop for Nani, Bale | ESPNSTAR.com

Juventus are lining up audacious bids to sign wingers Nani and Gareth Bale from Manchester United and Tottenham respectively.

The Italians giants are taking huge steps towards regaining their past glory after signing a sponsorship deal with Korean company Hanwha Group.

And with their bid to land the Serie A title this season well on track after a great start which sees them top of the table, the Turin club are ready to spend big as they look to challenge the big guns in Europe next.

According to Tuttosport, Juventus boss Antonio Conte has shortlisted a number of players he wants at the club, with Nani and Bale top of the list.

The two wingers have been in outstanding form for their respective clubs thus will require a massive bid to prise them away.

Meanwhile, it remains to be seen if Inter Milan would reignite their interest in Bale, whom they were linked to last season.